Pendidikan Sosiologi

Universitas Pendidikan Indonesia

REBAHAN: REMAJA BAWA PERUBAHAN

11-07-2024

Rebahan atau Remaja bawa prubahan merupakan suatu tema yang digagas oleh lima mahasiswa yang bervariasi perguruan tinggi dalam melakukan suatu social movement, perubahan sosial, dan pengabdian masyarakat kepada sasaran sekolah menengah pertama dalam implementasian program pemerintah kepada mahasiswa yaitu kampus mengajar angkatan 7. Tema ini terbentuk dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan siswa smp yang ditargetkan yaitu smpn 1 bojongsoang dengan minimnya tingkat terhadap literasi numerasi, softskill, peduli lingkungan dan tentunya kepercayaan diri siswa yang dapat menyia-nyiakan bakat yang terpendam didalamnya. Adanya tema pendorong program social movement ini tentunya tak lain diharapkan dapat membantu siswa untuk mengembangkan permasalahan-permasalahan tersebut sehingga dapat menciptakan suatu pendidikan berkarakter disertai softskill yang baik. Rebahan sendiri memiliki 5 anak program yang terdiri dari Rehat sebagai program yang merujuk pada suatu kesehatan jasmani dengan kepanjangan remaja sehat, Mager sebagai program yang merujuk pada suatu pegembangan bakat siswa dengan kepanjangan Massa generasi, Gabut sebagai program yang merujuk ada nilai digitalisasi bisa itu pemanfaatan teknologi, FGD perihal teknologi dan sebagainya dimana kepanjangan Gabut adalah Gaul berbaur teknologi, Males atau mari lestarikan merupakan suatau program yang mengedepankan nilai peduli lingkungan pada seluruh warga sekolah, dan Hoream atau Hobi remaja ambisius yang mana hal ini merujuk pada suatu kegiatan yang dilaksanakan dalam mengedepankan nilai nilai keterampilan abad 21.

Kelima program tersebut tentunya diimplementasikan dengan berbagai media media yang dapat menarik antusias siswa dalam mengikuti setiap kegiatan- kegiatan yang merujuk pada lima anak program tersebut dengan induk tema besar yaitu Rebahan. Durasi yang diterapkan dalam kegiatan Social Movement dan Empowerment memiliki durasi empat bulan yang mana hal ini sesuai dengan durasi kampus mengajar sendiri dengan penugasan di sekolah selama empat Tantangan dalam pengimplementasian program program tersebut tentunya tidaklah berjumlah sedikit, melainkan ada beberapa suatu tantangan yang menjadi suatu tugas penting bagi mahasiswa yang selalu melakukan suatu evaluasi dalam setiap pekan, adapun tentangan tersebut diantaranya adalah siswa yang terlalu over antusias terhadap program sehingga tidak kondusif atau kata mudahnya banyak siswa yang teriak teriak sehingga membuat salah satu mahasiswa dari kampus mengajar merasa sangat Lelah, dan kurangnya rasa percaya diri yang digambari dengan saling tunjuk menunjuk untuk maju kedepan.

Adanya suatu evaluasi yang terus dilakukan mahasiswa akhirnya kami menemukan suatu implementasi yang tepat dimana tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi sehingga pada hasil yang didapatkan tentunya siswa dan guru banyak berterima kasih kepada mahasiswa yang melakukan penugasan kampus mengajar dimana mahasiswa kampus mengajar yang bertugas di SMPN 1 BOJONG atas nama Rizki Wisudanto, Amelia Putri, Raidera Tafthazani H.I, Silan Layutsamanu, dan Milna Amelia Dini telah memberikan suatu inside baru, dan warna baru kepada smpn 1 bojongsoang yang mana warna-warna tersebut dapat dikembangkan untuk mewujudkan Impian smpn 1 bojongsoang tersebut untuk menjadi sekolah yang unggul dan berprestasi.