MSIB Batch 6: Pengelolaan Sampah meenjadi sabun Watesoap di Jamaras
Dalam MSIB Batch 6 Bensar Aditya mahasiswa Pendidikan Sosiologi, UPI, magang di PT. Agritama Sinergi Inovasi dengan penempatan Community Development di Ketapang Kita. Proyek yang menjadi fokus tim Ketapang Kita di batch kali ini meliputi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui pengembangan potensi yang telah dimiliki oleh masyarakat, menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah yang menjadi binaan. Daerah binaan tersebut mencakup 3 (tiga) wilayah yang berbeda, yakni Jamaras RW 02, Kota Bandung, Desa Ciburial RW 07, Kabupaten Bandung, dan Kampung Cilanjung, Kabupaten Garut. Program yang penulis dan tim susun di lapangan terdiri atas beberapa tahapan, mulai dari tahap identifikasi masalah dan potensi masyarakat, perencanaan program, pelaksanaan program, hingga monitoring dan evaluasi program. Dalam batch ini, penulis sendiri berfokus di Jamaras RW 02 sebagai penanggung jawab namun tetap membantu kegiatan yang ada di Ciburial RW 07 juga.
Ciburial RW 07 dimulai oleh kegiatan Clean-up yang dilanjutkan oleh pemetaan sosial hingga dipresentasikan dan dirumuskan bagaimana program selanjutnya akan dilakukan di wilayah. Terdapat juga pengadaan rak sampah dan ember komunal di setiap RT guna memudahkan proses pengelolaan sampah. Adapun kegiatan lainnya di Ciburial RW 07 yang meliputi pelatihan pembuatan kompos, ember tumpuk, ember tanam, eco enzyme, dan MOL (Mikroorganisme Lokal), Door to Door Education, studi tiru, hingga Project Charter (FIDS). Hasil dari kegiatan pendampingan di Ciburial RW 07 sejauh ini telah membuahkan hasil di mana masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran akan pentingnya mengelola dan mengolah sampah. Sebagian besar pengurus RW, Kader, dan petugas sampah pun sudah belajar bagaimana cara untuk mengelola dan mengolah sampah dengan baik di wilayah.
Jamaras RW 02 atau lebih spesifiknya KSM WATESA sebagai masyarakat yang penulis bina melalui program pengurusan sertifikasi, legalitas, administrasi, dan produksi sabun terus memberikan respon yang positif dan kegiatan lainnya yang dilakukan di Jamaras RW 02 selalu diterima dengan hangat. Adanya feedback dari masyarakat membuat penulis dan tim menjadi sangat semangat ketika melakukan kegiatan di Jamaras RW 02.Sejauh ini hasil dari pendampingan di Jamaras RW 02 adalah terbentuknya kepengurusan sabun WATESOAP, merk dan label produk yang telah terdaftar di HaKI, telah terdaftar di kegiatan penyuluhan PKRT oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, memiliki NPWP, HPP produk, dan meningkatnya pengetahuan serta keterampilan KSM WATESA dalam membuat sabun dan mengelola sampah dengan lebih efektif.