'
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Forgot your password?

Forgot your username?

Sosiologi News
KKL Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2016 - Batik Trusmi
KKL Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2016 - Batik Trusmi
KKL Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2016 - Pondok Pesantren Benda Kerep
KKL Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2016 - Pondok Pesantren Benda Kerep
Asia Culture Market 2017

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK –TALK –WRITE (TTW) DENGAN TRAFFINGER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI”( STUDI EKSPERIMEN KEPADA KELAS XI DI SMAN 10 BANDUNG)

ANGGIA AMANDA LUKMAN PROF. DR. GURNIWAN KAMIL P, M.SI DRS. WAHYU ERIDIANA, MS.

Abstrak Pembelajaran pada dasarnya ialah suatu proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik melalui model pembelajaran, banyak model pembelajaran yang berkembang untuk membantu peserta didik berpikir kritis. Kondisi awal peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran sosiologi di SMAN 10 Bandung yaitu kegiatan belajar mengajar masih berpusat pada pendidik, penggunaan model pembelajarn yang kurang variatif, masih terdapat peserta didik yang tingkat kemampuan berpikir kritisnya rendah dilihat apabila pendidik mengajukan permasalahan sosial untuk di amati serta dianalisis, masih terdapat peserta didik yang kurang tanggap, kurang memberikan gagasan atau ide apabila dihadapkan masalah. Dalam hal ini peneliti mencoba mencari solusi dengan menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered learning) dan memberi penekanan saat proses belajar melalui penyajian permasalahan sosial yaitu model pembelajaran think-talk and written dan model pembelajaran Traffinger untuk melihat perbedaan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Tujuan peneliti melaksanakan penelitian ini yaitu ingin mengetahui perbedaan model pembelajaran Think –Talk –Write (TTW), model pembelajaran Traffinger dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam mata pelajaran sosiologi di kelas XI SMAN 10 Bandung. Alasan peneliti melakukan penelitian ini ialah ingin mengubah kebiasaan yang sudah lama terjadi dimana biasanya belajar dipusatkan pada pendidik kini harus berpusat pada peserta didik, ingin meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui penggunaan permasalahan yang dikaitkan dengan materi sehingga peserta didik memiliki kepekaan terhadap lingkungannya. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen, pola penelitian menggunakan Nonequivalent Control Group Design dengan langkah memberi pretest untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik sebelum dilakukan perlakuan, memberikan perlakuan dengan model pembelajaran yang sudah ditentukan pada 2 kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dan memberi postets untuk mengetahui kemampuan akhir setelah dilakukan perlakuan, hasilnya diolah menggunakan short method. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara model pembelajaran Think, Talk and Writen, Traffinger dan metode konvensional pada mata pelajaran sosiologi dengan derajat kebebasan 7 dan taraf signifikan 1% dan t hitung sebesar 3,499. Kata kunci : Think –Talk –Write (Ttw), Traffinger, Berpikir Kritis