'
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
FPIPS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Forgot your password?

Forgot your username?

Sosiologi News
KKL Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2016 - Batik Trusmi
KKL Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2016 - Batik Trusmi
KKL Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2016 - Pondok Pesantren Benda Kerep
KKL Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2016 - Pondok Pesantren Benda Kerep
Asia Culture Market 2017
Rabu, 28 September 2016 - 08:35:51 WIB
Focus Gorup Discussion (FGD) Ethnoscience And Development Prof. Dr. Dr. (H.C) L. J. Silkkerveer
Diposting oleh : Administrator
Kategori: AKADEMIK - Dibaca: 475 kali

Selasa/27 September 2016 bertempat di Ruang 30 Lt 5 FPIPS UPI Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI menyelenggarakan kegiatan Focus Gorup Discussion (FGD)  tentang Ethnoscience and Development dengan Narasumber Professor Slikkerveer dari Leiden Ethnosystems & Development Programme (LED) Faculty of Science Universiteit Leiden Belanda. Kegiatan ini dibuka oleh wakil Dekan Bidang Akademik FPIPS UPI Prof. Dr. Wlly Malihah, M.Si serta Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi Siti Komariah, M.Si., Ph.D.  

 

Focus Group Discussion

Ethnoscience and Development

Pembicara        : Prof. Dr. Dr. (H.C) L. J. Silkkerveer

Topik               : Etno-education

 

Ethnoscience berasal dari “ethnos” bahasa Yunani yang berarti “bangsa” dan “scientia” bahasa Latin yang berarti “pengetahuan”. Jadi dapat disimpulkan bahwa etnosains yaitu pengetahuan yang dimiliki oleh suatu bangsa atau secara spesifik suatu suku bangsa atau kelompok sosial tertentu. Etnosains lahir dari studi antropologi kognitif pada tahun 1980, dan mengacu pada “Indigenous Knowledge System (IKS)atau sistem pengetahuan lokal. Sistem pengetahuan lokal dapat berada pada beberapa aspek kehidupan masyarakat, seperti pada sistem pengelolaan lingkungan alam dan bagaimana masyarakat mempertahankan lingkungan alaminya dengan sistem tersebut.

Indigenous Knowledge merupakan potensi bangsa. Pengetahuan lokal tradisional yang unik dan masih berkembang di dalam masyarakat sebagai salah satu social capital yang dimiliki oleh masyarakat. Suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya patut bangga terhadap pengetahuan lokal apa yang dimiliki. Kita sebagai “pihak luar” yang bukan pemilik pengetahuan lokal tersebut berkewajiban untuk melihatnya dari sudut pandang emic. Melihat pengetahuan lokal secara mendalam, mamahami makna apa yang terkandung dan yang dimaknai oleh pemilik petahuan lokal tersebut.

Memandang indigenous knowledge dari sudut pandang masyarakat lokal adalah keharusan bagi para peneliti, karena perspektif lokal inilah yang merupakan konsep sentral dalam etnosains. Contohnya adalah ketika peneliti melakukan penelitian pada suatu kelompok sosial yang memiliki pengetahuan lokal yang unik. Hal pertama yang patut ia pahami adalah mengenai bahasa. Bahasa menjadi prasyarat utama dalam memahami makna yang diberikan masyarakat lokal terhadap pengetahuan lokal yang dimiliki. Melalui pemahaman bahasa secara mendalam, peneliti akan lebih mudah dalam menangkap makna yang diberikan masyarakat lokal terhadap sistem pengetahuannya.

Etno-education merupakan salah satu prinsip dari keadilan sosial. Penghargaan, saling menghargai pengetahuan lokal yang dimiliki membentuk manusia untuk menjadi lebih humanis. Perubahan paradigma dalam memandang etnoscience dalam masyarakat sebagai modal dalam pendidikan modern seperti sekarang ini. Hal ini dikarenakan bahwa etnoscience merupakan suatu identitas masyarakat lokal, kemandirian masyarakat, masyarakat lokal bergerak menjadi masyarakat yang lebih modern serta membawa masyarakt lokal ke dalam masyarakat global.

Ketidakpedulian masyarakat Indonesia terhadap pengetahuan lokal yang dimiliki melahirkan basis-basis kuat penghambat etno-education di Indonesia. Adanya masyarakat Indonesia yang lebih bangga terhadap budaya luar secara tidak langsung melahirkan pengabaian tersendiri bagi bangsa Indonesia. Sudah saatnya untuk menarik konsep global ke ranah lokal yang lebih “membumi”. Menerima globalisasi dengan segala kebaruan yang ada dengan integrasi yang kuat dalam pendidikan.

Etno-education sangat mumpuni di tanah Indonesia. Etno-education yang menghasilkan metodologi dan praktek pendidikan lokal di masyarakat. Hal ini yang kemudian menjadi basis kontribusi masyarakat dalam dunia luas. Sebagimana Indonesia sebagai bangsa yang multikultural, etno-education merupakan hal yang penting untuk dikenalkan, dipahami dan diinternalisasi dalam kehiduapan masyarakat. Tidak hanya untuk mengatasi permasalahan dalam heterogenitas masyarakat Indonesia, tetapi juga untuk mengatasi masalah masyarakt, sosial, secara global. (puspita)




0 Komentar :

Komentar Dengan Facebook